Demokrasi Liberal 1950 – 1959

DEMOKRASI LIBERAL 1950 – 1959

Berdasar UUD / konstitusi RIS , negara berbentuk federasi ,
1. NIT           – presiden Cokorda Gde Raka
Sukowati
2. Pasundan  – Wiranatakusuma
3. Ja-tim        – Kusumonegoro
4. Madura     – Cakraningrat
5. Sum- Tim  –Tengku Mansyur
6. Sum- Sel    –Abdul Malik
Daerah Otonom =
1. Kal-Bar            6. Riau
2. Kal-Tim             7. Belitung
3. Kal- Tengg        8. Bangka
4. Dayak Besar         9. Ja-teng
5. Banjar

RIS tidak bertahan lama =
Tanpa dukungan rakyat melainkan politik Belanda untuk memecah belah RI
Tidak sesuai “ SP “ dan “ PS “
Tidak sesuai jiwa proklamasi “ NKRI “

KEMBALI  ke  NKRI :
Penolakan Indonesia atas RIS :
KMB melahirkan RIS , Indonesia terpaksa menerima RIS sebagai taktik agar Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan dari Belanda .
Rakyat menuntut pembubaran RIS ( Ja-Tim & Pasundan ) .
April 1950 yang belum bergabung dengan RI: NIT & Kal-Bar.
Hal yang mendorong RIS kembali ke NKRI =
–    Negara serikat tidak sesuai kepribadian bangsa ( sila – 3  )
–    Meningkatnya demonstrasi rakyat ingin kembali ke NKRI.
–    Bentuk RIS merupakan keinginan Belanda untuk memecah belah  Indonesia
15 – 8 – 1949 Rapat Senat RIS – RI
–    Presiden RIS Sukarno membacakan piagam pembentukan NKRI.
–    Sukarno menerima jabatan presiden RI ( Mr. Asaat ) .
17 – 8 – 1950  ; lahir UUDS ‘ 50  sebagai UUD NKRI .
–    terbentuk NKRI dalam rapat gabungan Senat dan DPR
–    RIS bubar   diganti NKRI dengan ibukota Jakarta .
–    Berlaku  UUDS ‘ 50
CATATAN = UUDS ‘50  menganut sistem parlementer (  kabinet bertanggungjawab pada parlemen  , kabinet dipimpin PM ).

UUD  NKRI menggunakan UUDS ’50.
Berlaku sistem liberalisme .
Menganut sistem kabinet parlementer  ( kepala pemerintahan dipegang PM yang bertanggungjawab pada parlemen / DPR ).
Terdapat partai pemerintah dan partai oposisi ( jika oposisi  mengajukan mosi tidak percaya pada DPR dan diterima maka kabinet akan jatuh ).Akibatnya sering terjadi pergantian kabinet .
Sebab gonta – ganti kabinet karena persaingan antar partai yang memikirkan golongannya sendiri . Sehingga pemerintah tidak stabil.
Contoh =
Kabinet Natsir ( 6 sep 1950 – 21 Maret 1951 )  ( Masyumi ) Sebab jatuh à gagal mengembalikan Irian Barat & mosi tdk percaya dari PNI pd DPR krn keluarnya peraturan pembentukan Dewan Perwakilan Daerah yg dianggap menguntungkan Masyumi.
Kabinet Sukiman ( 26 Ap 1951 – Feb 1952 )
Sebab jatuh à ditandatangani bantuan
ekonomi dan militer dari USA.
Kabinet Wilopo ( 30 Maret 52 – 2 Juni 1953 )  Sebab jatuh à peristiwa “ Tanjung Morawa “
Kabinet Ali ( 1 Agt 1953 – 12 Agt 1955 )
Sebab jatuh à konflik dengan TNI AD , korupsi , krisis ekonomi
Kabinet Burhanudin Harahap  ( 11 Agt 1955 – 8 Mar 1956 )
Pemilu I  , dua tahap :
–    29 Sep 1955  à DPR
–    15 Des 1955  à Konstituante
Menyerahkan mandatnya pada presiden .
Kabinet Ali  II ( 20 Mar 1956 – 14 Mar 1957 ) Sebab jatuh à Masyumi menarik mentrinya dari kabinet.
Kabinet Juanda ( 9 Ap 1957 – 5 Juli 1959 )
Zaken kabinet  / kabinet ahli.
Menyerahkan mandat pada presiden .

GANGGUAN KEAMANAN DALAM NEGRI
Sebab =
Ambisi pribadi / golongan
Bom waktu /masalah2 yang di tinggalkan Belanda
Ketidakpuasan daerah akibat alokasi pembangunan dari pusat

APRA

Di Bandung , 23 Januari 1950 .
Tokoh ; Westerling  à didalangi : S. Hamid II,
pontianak .
Tujuan =
menuntut pada Indonesia agar diakui sebagai tentara Pasundan
menolak kalau Pasundan dimasukan ke NKRI
APRA konvoi ke Jakarta untuk menangkap semua mentri RIS  à gagal
Westerling melarikan diri ke luar negri .
Gugur Letkol Lembong waktu APRA menyerang Bandung.

ANDI AZIS
Di Sulawesi selatan , 5 Apr 1950 .
Tokoh : Andi Azis  à didalangi : Dr. Soumokil ,
mantan Jaksa Agung NIT .
Tujuan =
menghalangi masuknya TNI ke Makasar
mempertahankan NIT
Penumpasan dipimpin oleh : Alex Kawilarang
Andi Azis di jatuhi hukuman 15 tahun penjara .

RMS
Tahun , 1950
Di Maluku Selatan .
Tokoh   = Dr. Soumokil .
Tujuan  = mendirikan RMS
Penyelesaian =
diplomasi dipimpin Dr. Leimena à gagal
Militer dipimpin Alex Kawilarang  ( gugur Letkol Slamet Riyadi )
Soumokil dijatuhi hukuman mati .

DITII , JA-BAR
Tokoh : Kartosuwiryo  , 1949 .
Tujuan = mendirikan NII
Sebab sulit ditumpas =
alam bergunung cocok untuk gerilya
dibantu Belanda
DITII menyatu dengan rakyat
Kekuatan TNI terpecah menghadapi banyak pemberontakan .
Penumpasan = “ operasi pagar  betis dan
operasi Baratayuda “ .
Kartosuwiryo ditangkap di Majalaya   à di hukum mati .

DITII , JA-TENG
1954.
Tokoh : Amir Fatah   “ Majelis Umat Islam “  àTegal , Brebes , Pekalongan .
Mahfud Abdul Rahman “ Majelis Islam “
à Kebumen .
Penumpasan = “ Gerakan Banteng Negara “ dipimpin :
Letkol A. Yani
Letkol Sarbini
Letkol . M. Bachrun
MMC ( merapi- merbabu complex  ditumpas    Letkol Suharto à operasi “ Merdeka Timur )..

DITII  , Aceh , 1953.
Latarbelakang =
rakyat Aceh menolak menjadi bagian dari propinsi sumatra Utara
Aceh menuntut otonomi dengan status daerah istimewa
Tokoh : Daud Beureuh
Penyelesaian = Musyawarah kerukunan rakyat
Aceh .dipimpin Kol. M  Yasin .

DITII  , Sul – Sel
Tokoh : Kahar Muzakar , 1952 .
Penumpasan : dipimpin Brigjen Yusuf
( op. Tumpas ) Kahar Muzakar
ditembak mati.

DITII  , Kal-sel  , 1950 .
Tokoh = Ibnu Hajar  “ KRYT “ .
Penyelesaian =
diplomasi          à  gagal
operasi militer  à Ibnu Hajar dijatuhi
hukuman Mati .

PRRI – PERMESTA
Latar belakang pemberontakan =
konflik pemerintah daerah – pusat
daerah menuntut otonomi yang luas
daerah merasa dianaktirikan dalam pembangunan
daerah menunutut pembubaran kab. Juanda
daerah menolak konsepsi prsiden mengenai Demokrasi terpimpin

dibentuk DEWAN à menuntut otonomi daerah
Dewan Banteng  à Sum-Bar à Ahmad
Husein
Dewan Gajah      à Sum-ut    àM.
Simbolon
Dewan Garuda    àSum-sel   à Letkol.
Barlian
Dewan Manguni à Sul-ut     à Vence
Sumual

PRRI
1958 . di  Sum – bar
Tokoh = Letkol. Ahmad Husein .
Tujuan = mendirikan PRRI
Penyelesaian =  Operasi Militer “ 17 Agustus “
à Kol. Ahmad Yani .

PERMESTA
1958 . di  Sul – ut.
Tokoh = Vence Sumual
Tujuan = mendukung PRRI
Penumpasan =  “ Operasi Merdeka “ à  Letkol.
Rukminto Hendraningrat.
Permesta dibantu USA terbukti sebuah pesawat ditembak jatuh di Ambon yg dikemudikan oleh
A . L . Pope  ( USA ) .

PEMILU   1955
Masa Kabinet : Burhanudin Harahap
Tujuan =
Memilih DPR dan Konstituante
Menciptakan stabilitas politik
Sarana pesta demokrasi
Ketua = Hadi Kusuma
Pemilu 2 Tahap =
29  Sept  1955  à DPR
15  Des  1955   à Konstituante
Empat partai besar =
PNI
Masyumi
NU
PKI
Pemilu I , gagal sebab =
DPR hanya memikirkan golongannya saja
Konstituante gagal menjalankan tugas
( membuat UUD baru ) hanya
memikirkan golongannya saja  à
konstituante   reses tanpa akhir .

DEKRIT PRESIDEN , 5  JULI  1959
Latarbelakang =
Konstituante gagal menyusun UUD baru
Persaingan parpol
Politik & pemerintahan tidak stabil
Kegagalan konstituante membahayakan persatuan – kesatuan bangsa.
Tujuan = stabilitas nasional.

ISI =
pembubaran konstituante
berlaku UUD 1945 dan tidak  berlaku UUDS 1950
dibentuk MPRS dan DPAS
Berlaku kabinet Presidensiil.
Berakhir Demokrasi liberal .
17     agustus 1959  , Sukarno menyampaikan pidato “ Penemuan Kembali Revolusi Kita “ à diangkat menjadi GBHN dikenal sebagai manipol.. →

KAA
18 – 24 APRIL 1955

Latarbelakang :
A  –  A  mempunyai ciri yang sama
A – A senasib dijajah
Perlu peningkatan kerjasama A – A
Timbul ketegangan dunia akibat perang dingin
A – A banyak yang belum merdeka
Ketidakmampuan PBB menyelesaikan masalah Internasional

Konfrensi pendahuluan
b.    Konfrensi Colombo ( Srilangka )
– Indonesia – Alisastro Amijoyo ( usul
diselenggarakan KAA )
– India        – Pandit Jawaharlal Nehru
– Pakistan   – Moh. Ali
– Birma       – U Nu
– Srilangka  – John Kotelawala
c.    Konfrensi Bogor
Indonesia  – Alisastro Amijoyo
India          – Pandit Jawaharlal Nehru
Pakistan     – Moh. Ali
Birma        – U Nu
Srilangka   – John Kotelawala

Keputusan :
KAA di Bandung 18-24 Ap 1955
Mengundang 30 negara ( hadir 29 negara ) – Rhodesia tdk  hadir à pol. Kacau
Menetapkan rencana agenda KAA
Mendukung masalah Irian

Tujuan :
memajukan persahabatan A-A
meningkatkan kerjasama A-A
menentang kolonialisme
mengusahakan perdamaian dunia
Hasil KAA:
DASA SILA BANDUNG .
Peran Indonesia di KAA  =
a.    ketua
b.    penyelenggara
c.    perintis

GNB
GNB = Kelompok negara yang tidak memihak blok Barat – Timur .
Latarbelakang =
Timbul ketegangan dunia akibat perang dingin
Krisis Kuba ( pendirian pangkalan nuklir di Kuba oleh USSR ).
Pertemuan :
– Sukarno …………………à Indonesia
– Joseph Broz Tito……. àYugoslavia
– Kwame Nkrumah …………à Ghana
– Pandit Jawaharlal Nehru à India
– Gamal Abdul Naser ………à Egypt
Tujuan =
meningkatkan perkembangan negara tertinggal
mengusahakan perdamaian dunia / meredakan perang dingin
KTT =
I.  Yugoslavia 1961
X. Jakarta à kerjasama selatan-selatan &
HAM
Peranan Indonesia di GNB =
ketua
penyelenggara
perintis

ASEAN
Latarbelakang :
persamaan letak geografis
persamaan dasar-dasar budaya
persamaan nasib dan sejarahnya
persamaan kepentingan
Terbentuknya ASEAN =
“ Deklarasi Bangkok  “ 8 Agt 1967.
Kerjasama bidang : ek,sos,bud.
Pemrakarsa :
Adam Malik …………….Indonesia
Tun Abdul Razak……..Malaysia
Thanat Khoman ………Thailand
Narsico Ramos………….Philipina
Rajaratnam ……………..Singapura
Tujuan =
Keanggotaan = 10 negara ( Indonesia , Mal. ,
,  Thai. , Phi. , Sing. , Brunai
, Vietnam , Myanmar , Laos ,
Kamboja ).
Sekretariat = Jakarta , tugas : mengkoordinasi
sekretariat nasional anggota Asean
KTT =
I .  Den Pasar
II
III
IV
V
Peranan Indonesia :
ketua
penyelenggara
perintis

KEANGGOTAAN & AKTIVITAS INDONESIA DALAM PBB

Peran PBB    à  Indonesia :
KTN
UNCI
UNTEA
WHO
UNICEF
UNESCO
IMF
ILO
FAO
Peran Indonesia   à PBB :
misi pasukan Garuda ke Egypt,Kongo,Vietnam,Bosnia.
dll

DEMOKRASI  TERPIMPIN

Demokrasi terpimpin = kepemimpinan tunggal
ditangan presiden.
Didasarkan pada = konsepsi presiden NASAKOM. Kedudukan PKI makin kuat sehingga PNI pecah

PNI – Ali
PNI – Osa Osep
PKI berusaha merobohkan Pancasila dengan membina kader-kader di tubuh TNI , pemerintahan  , memfitnah yang mendukung Pancasila.
Demokrasi terpimpin kekuasaan menumpuk pada presiden .
Kedudukan presiden diatas MPR .
Lembaga tinggi dan tertinggi negara dibawah presiden .
Ketua lembaga tinggi dan tertinggi diangkat oleh presiden  sebagai mentri.
Presiden menjadi pemegang kekuasaan tunggal.
DPRGR sebagai lembaga tidak mempunyai peran alias “diam” .
DPR hasil pemilu 1955 dibubarkan oleh presiden karena menolak RAPBN yang diajukan oleh pemerintah .
PNI , PKI dekat dengan presiden sehingga suaranya sering didengar presiden .
Dibawah DN . Aidit ( PKI ) mendukung konsep demokrasi terpimpin yang berporos NASAKOM .

Penyimpangan masa Demokrasi terpimpin =
1.    POLITIK
* Lembaga negara berintikan
NASAKOM
* Pembentukan front Nasional (
memperjuangkan cita –cita
proklamasi yang terdapat dalam
UUD 1945 ) berintikan NASAKOM
* Pembentukan DPR-GR ( DPR
ditetapkan dan ditunjuk presiden /
kerjasama presiden dan DPR )
* Pembentukan MPRS ditunjuk
presiden
* Presiden seumur hidup
* Pidato presiden “ penemuan
kembali revolusi kita “ pd
HUT RI ke -14  sbg
pertanggungjawaban dekrit
pres.diangkat sebagai  GBHN
à ( manipol ) .
* Pembentukan kabinet
NASAKOM
2.    EKONOMI
* Pengumpulan dana revolusi
diambilalih oleh presiden
pribadi ( Sukarno + menlu
Subandrio )
* Neraca BI dirahasiakan
* Inflasi 650% akibat mencetak
uang tanpa batas
3.    SOSIAL-BUDAYA
terbitan Barat dilarang
sebaliknya LEKRA / lembaga
kebudayaan rakyat milik PKI
digiatkan
4.    POLITIK LUAR NEGRI
* Politik mercusuar = mengejar
kemashuran diantara negara-
negara NEFO.
*Penyelenggaran GANEFO ( games
of new emerging force )
* Pembagian dua kekuatan dunia
NEFO – OLDEFO.
* Poros Jakarta – Peking – Pyong
Yang
Dwikora 1964 :
Sebab =
Indonesia tidak setuju berdirinya
federasi  malaysia
Pembentukan federasi Malaysia
Dianggap neo-kolonialisme Inggris
Isi =
a.    Perhebat ketahan revolusi
b.    Bantu perjuangan rakyat Malaysia/ gagalkan negara boneka Malaysia .
Akibatnya = Indonesia buruk dimata
dunia .
Indonesia keluar dari PBB ,7 Jan 1965 . Karena Malaysia diangkat menjadi anggota tidak tetap DK – PBB  à Indonesia terkucil .
Proyek politik Mercusuar = ………………..6

PKI MADIUN  , G 30 S PKI

PKI MADIUN 1948
Amir Syarifudin jatuh dari kedudukannya sebagai perdana mentri karena dianggap gagal dalam perundingan Renville yang dianggap merugikan bagi Indonesia .Karena kecewa ia dan pendukungnya membentuk Front Demokrasi Rakyat ( FDR ) dan sebagai oposisi kabinet Hatta .
FDR kemudian bergabung dengan PKI .
Aksi ini terjadi tanggal 18 September 1948 bertujuan =
“ mendirikan Soviet RI “ ,
menjelek-jelekan pemerintah (Kab. Hatta ) , teror , aksi-aksi negatif  dalam rangka menjatuhkan wibawa RI .
Penumpasan PKI  dipimpin oleh:
Kol. Gatot Subroto
Kol. Sungkono .
Tokoh Muso ditembak mati , Amir Syarifudin dan teman-temannya dijatuhi hukuman mati ditembak di hutan Rombe , tanpa diadili .

G 30s PKI
Doktrin komunis bertujuan menegakan “ diktator proletar “ yang dilaksanakan komunis .
PKI berusaha merebut kekuasaan dengan cara kekerasan .Tahun 1950 masa demokrasi terpimpin bertolak dari dewan revolusi membentuk Nasakom .
Tujuan PKI : mengganti PS dengan dasar
Marxis – leninisme serta UUD
Komunis .
PKI ingin membentuk angkatan ke – 5 , à ditolak oleh Pangad Jendral A. Yani
( pendukung PS ) .
Kemudian PKI membuat isu adanya ‘ Dewan Jendral “ yg akan menggulingkan presiden .
Presiden Sukarno  à  sakit  à  diobati dokter dari China  à  lumpuh ?
DN.Aidit takut presiden meninggal , kemudian mengadakan rapat dewan revolusi , diputuskan = à mendahului menyerang TNI – AD .
Dimulai dengan penculikan , 30 September 1965 dini hari .
Di Jakarta 7 Jendral =
Letjend A. Yani
Mayjend Suprapto
Mayjend MT Haryono
Mayjend S. Parman
Brigjend DI . Panjaitan
Brigjend Sutoyo Siswomiharjo
Lettu Pierre Tendean
Di Jogjakarta 2  =
Kol. Katamso
Letkol . Sugiyono
Ormas PKI =
PR      = pemuda rakyat
Gerwani = gerakan wanita Indonesia
BTI    = Barisan tani Indonesia
CGMI = consentrasi gerakan mahasiswa
Ind .
Perhimi = Perhimp. Mahasiswa Ind.
IPPI     = ikatan pemuda pelajar Ind.
HSI     = Himp. Sarjana  Ind.
SOBSI  = buruh
G 30s PKI  dipimpin = Kol. Untung ( Pasukan
Cakrabirawa ).
Ketua comitte central = DN.Aidit
Ketua biro khusus PKI = Syam
Kamaruzaman
PKI berusaha merebut RRI dan Telkom kemudian menyiarkan =
Adanya “ dewan Jend “ yg merebut akan kekuasaan presiden .
Kab. Dwikora tdk berkuasa lagi
Pembentukan Dewan revolusi dgn ketua Letkol . Untung .
PKI didaerah =
Jateng   à kol. Sahirman & kol . Usman
Jogja  à Mayor Mulyono & Kol.
Mintarso
Purwokerto ..à Letkol. Sumitro
Surakarta …..à walikota Utomo Ramelan
Salatiga ………à Mayor Supardi
Jatim ………….à Supono Marsudijoyo

PENANGGULANGAN G 30S PKI
Pangkostrad Suharto mengambilalih pimpinan TNI , menggunakan RPKAD dan Batalyon Kujang Siliwangi yang dipimpin Kol. Sarwo Edi Wibowo menumpas G30sPKI di Jakarta dan merebut RRI dan Telkom .
Melalui RRI Suharto menyatakan :
G30sPKI adalah suatu pemberontakan
Pres. Sukarno dan Jend .Nasution dalam keadaan aman
Rakyat diminta tetap tenang dan waspada
Posko / basis  PKI di Halim Perdanakusuma dapat dikuasai .
Jenasah para perwira dapat ditemukan di sumur tua di desa Lubang Buaya Jakarta -Timur à jasa polisi Sukitman .
Tanggal 5 Oktober 1965 jenasah para pahlawan revolusi dimakamkan di Kalibata dengan diberi gelar Anumerta .
Penumpasan PKI didaerah =
Operasi merapi : di Jateng dipimpin RPKAD Kol. Sarwo Edi , pasukan Kodam Diponegoro  dipimpin Brigjen Suryo Sumpeno dan Letkol Jasin Husain .
Op.Kikis : perbatasan Jateng-Jatim
Op. Trisula : di Jatim pasukan Kodam Brawijaya dipimpin Mayjen M Yasin dan Kol.Witarmin .
Para tokoh PKI dapat ditangkap dan RI dapat diselamatkan dari bahaya komunis yang tidak sesuai  dengan Pancasila .

MASA ORBA DAN REFORMASI

G30sPKI berakibat buruk dibidang : poleksosbud.
Para mahasiswa berusaha menyelamatkan PS dan UUD 1945 dengan membentuk kesatuan aksi KAMI ( kesatuan aksi mahasiswa Indonesia ) , 25 Okt 1965 .diikuti pembentukan :
KAPPI- kes. Aksi pemuda pelajar Ind.
KAPI   à kes. Aksi pelajar Ind.
KAGI  à guru
KABI   à buruh
KASI    à sarjana
KAWI  à wanita
Kesatuan aksi turun kejalan menuntut pembubaran PKI à diacuhkan oleh Sukarno karena Sukarno menganggap tuntutan Front PS didukung CIA .
10 Jan 1966 mencetuskan TRITURA:
Bubarkan PKI
Bersihkan kabinet Dwikora dari unsur PKI
Turunkan harga
12 Maret 1966 kesatuan Aksi yang tergabung dalam front PS mengadakan demo digedung DPR menuntut dilaksanakan TRITURA , 21 Feb 1966 Sukarno mengubah kab. Dwikora diganti kab. 100 mentri / kabinet Gestapu / kab. Dwikora yang Disempurnakan yg masih melibatkan PKI .
Ketika diadakan pelantikan Kab. 100mentri , Fronf PS mengadakan unjukrasa ( MENOLAK ) yg berakhir dengan bentrokan dengan pasukan Cakrabirawa disekitar Istana dan gugur Arif Rahman Hakim à ( pahlawan ampera ), mahasiswa UI .
25 Feb 1966 , Sukarno membubarkan KAMI.
Sukarno tdk membubarkan PKI karena bertentangan dengan NASAKOM yg telah disuarakan keseluruh dunia .

SUPERSEMAR
Latarbelakang :
keadaan pol. & keamanan tdk stabil
Sukarno kehilangan kewibawaan dimata rakyat.
Tanggal 11 maret 1966 diadakan sidang paripurna kab. 100 mentri untuk mencari jalan keluar dari krisis .
Selama sidang , Brigjen Sabur dari pasukan Cakrabirawa melaporkan ada pasukan tdk dikenal kemudian Sukarno diikuti waperdam I  Subandrio ,
Chairul Saleh ( waperdam III ) meninggalkan sidang pergi ke Istana Bogor  , sidang dilanjutkan dipimpin oleh Dr. Leimena ( waperdam II )  à  tanpa hasil .
disusul oleh ;
– Amir Mahmud   = pangdam V Jaya
Basuki Rahmat = mentri veteran
M . Yusuf           = mentri industri
Di Bogor , Sukarno membuat surat yang ditujukan Suharto untuk atas nama presiden untuk mengambil tindakan yg dianggap perlu demi terjaminnya keamanan , ketenangan , stabilitas pemerintah serta demi keutuhan negara .
Surat itu terkenal dengan SUPERSEMAR yg merupakan tonggak sejara ORBA ( penataan kembali kehidupan berbangsa dan bernegara berdasar PS dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen ) .

Tindak lanjut Supersemar
Untuk menjamin jalannya  pemerintah , Menpangad Suharto mengambil tindakan :
12 Maret 1966 =
membubarkan PKI dan ormasnya
menyatakan PKI sbg partai terlarang.
18 Maret 1966 =
mengamankan 15 mentri yg terlibat PKI
27 Jan 1966 , dibentuk kabinet Dwikora yg disempurnakan oleh pengemban Supersemar .
Hasil sidang MPRS 1966=
TAP MPRS NO.IX /MPRS/1966= SUPERSEMAR
TAP MPRS NO.XI/MPRS/1966= PEMILU
TAP MPRS NO.XII/MPRS/1966=POL. LN BEBAS AKTIF
TAP MPRS NO.XVIII/MPRS/1966 = PENCABUTAN PRES. SEUMUR HDP
TAP MPRS NO.XXV/MPRS/1966=PEMBUBARAN          PKI
Sesuai TAP MPRS NO.XIII/MPRS /1966 Suharto membentuk kab. AMPERA .
Tugas kab. AMPERA ;
Dwidharma  ( menciptakan stabilitas pol. &
ek. )
Catur karya :
memperbaiki sandang- pangan
melaksanakan pemilu
melaksanakan pol. LN bebas-aktif
melanjutkan perjuangan anti imperalisme .

penataan kembali pol.LN bebas-aktif
Sumber pol. LN bebas-aktif :
sila 2
preambule UUD 1945 , alinea 1& 4
Langkah penataan pol. LN bebas-aktif:
mengacu TAP MPRS NO. XII/MPRS/1966 ;
bersumber pd PS & UUD 1945
bersifat bebas-aktis anti imperalis
mengusahakan perdamaian dunia
mengabdi kepentingan  nasional
kembali menjadi anggota PBB , 28 Sep 1966
mengakhiri Dwikora ( pertemuan Bangkok , Adam Malik – Tun abdul Razak )
memprakarsai ASEAN .

pembangunan nasional
Sidang umum MPRS V , 21-30 Maret 1968 : Suharto diangkat sbg presiden sampai terpilih presiden baru oleh MPR hasil pemilu . Presiden kmdn membentuk kab . Pembangunan I ,
6 Jun 1968.
Tugas pokok kab . pembangunan I disebut PANCAKRIDA :
menciptakan stabilitas pol. & ek
menyusun dan melaksanakan REPELITA
melaksanakan pemilu
mengembalikan ketertiban masy . dan mengikis habis PKI
melanjutkan penyempurnaan aparatur negara
Hakekat pembangunan Nasional :
pembangunan manusia Ind. Seutuhnya secara materiil dan spirituil
tujuan pembangunan Nasional :
mewujudkan masy. Adil makmur materiil dan spirituil berdasar PS dan UUD 1945.
Landasan pemb. Nasional :
idiil
konstitusionil
operasionil
Modal dasar pemb. Nas. :……………..
Azas pemb. Nas. :…………..
Trilogi pemb. Nasional :
pemerataan pemb. Dan hasil-hasilnya
pertumbuhan ekonomi yg cukup tinggi
stabilitas nasional yg sehat dan dinamis
Faktor dominan pemb. Nas. :………….
Delapan Jalur pemerataan :…………….
Sasaran pemb. Nasional :……………….

Pemilu
Sesuai sila : ……..
Indonesia menganut faham demokrasi ; kedaulatan ditangan rakyat ( pasal 1 & 2 UUD’45 ).
Tujuan = memilih wakil rakyat MPR / DPR.
Azas : L – U – B – E – R
Pemilu = 1955 – 1971 – 1977 – 1982 – 1987 –
1992 – 1997 – 1999 – 2004 – 2009 – …
Syarat memilih :
WNI , usia 17 tahun / telah kawin , mempunyai hak pilih .
Harus terdaftar
Bukan bekas OT
Tidak terganggu jiwanya
Tidak menjalani pidana sekurangnya 5 tahun
Tidak dicabut haknya berdasar keputusan pengadilan .
Syarat dipilih :
WNI , 21 tahun dan bertakwa pada Tuhan
Dapat berbahasa Indonesia , membaca dan menulis huruf latin , pendidikan minimal SMP / berpengalaman dalam kenegaraan
Setia pada PS dan UUD 1945
Bukan bekas OT
Tidak dicabut haknya
Tidak menjalani pidana sekurangnya 5 tahun
Tidak terganggu Ingatannya
Terdaftar dalam daftar pemilih
Dicalonkan oleh parpol
MPR menyusun GBHN dilaksanakan presiden .
Catatan =
Hutang :
Sukarno ; $ 2,5 milyar
Suharto  : $ 54 milyar
Mega     :  Rp 7 juta perkepala
SBY       : $ 155,29 juta
Bedakan PEMILU sebelum 2004 dan sesudah 2004………….?
Presiden =
Sukarno   1945 – 1965
Suharto    1966 – 1998  à 32 tahun
Habibie    1998 – 1999
Gusdur     1999 – 2000
Megawati 2000 – 2004
SBY          2004 – 2009
………………………………?

TIMOR-TIMUR
Tim-tim dijajah Portugis 1575 – 1975 , selama penjajahan terjadi perlawanan thd Portugis.
1974 terjadi revolusi bunga , Jend. Spinola menjadi presiden menurunkan presiden Antonio Salazar dan Portugis bermaksud mengadakan dekolonisasi.
Tim-tim menyambut dekolonisasi dgn membentuk partai :
– Fretelin    : merdeka penuh
– Apodete   : berintegrasi dgn RI
– UDT         : merdeka tetap bernaung dibawah
Portugis
– KOTA      : integrasi ke RI
– Trabalista : integrasi ke RI
Fretelin didukung Portugis tanggal 8 Nov 1975 memproklamirkan rep. Timor dgn presiden Xavier de Amaral.
UDT, KOTA, Apodete , Trabalista melakukan proklamasi tandingan di BALIBO , 29 Nov 1975 integrasi ke RI .
17 Jul 1975 , RI menetapkan Tim-tim sbg propinsi ke – 27 , berdasar UU no.7 / 1976.
Cat.: operasi SEROJA

Kemerdekaan Timor Leste :
Presiden Habibie mengalami krisis shg Tim-tim terabaikan , kondisi ini dimanfaatkan Portugis untuk membangun opini mengenai Tim-tim bhw Indonesia melakukan intervrensi di Tim-tim .
Mendapat tekanan Internasional atas nama demokrasi maka Habibie menawarkan dua pilihan ;
otonomi luas
merdeka
30 Agt 1999 diadakan jajak pendapat / referendum dibawah pengawasan UNAMET ,
hasil : 78% merdeka .
Xanana Gusmao sbg presiden pertama .
Menjadi negara termuda dan ter…….
Cat.:
besi merah-putih
Enrico Guteres

Kejatuhan ORBA
Masa ORBA berusaha meningkatkan pembangunan fisik dan ekonomi à pesat.
Tetapi peningkatan fisik dan ekonomi yg pesat dibangun diatas pondasi yg rapuh , pertumbuhan ekonomi yg dicapai hanyalah semu sebab berasal dari hutang LN . Kondisi ekonomi yg rapuh ini diperparah dgn adanya KKN yg banyak meyalahgunakan uang negara .
Puncak keadaan negara yg demikian diakhiri dgn krisis kepercayaan thd ORBA dgn lahirnya gerakan reformasi yg dimotori oleh Mahasiswa yg menuntut perubahan disegala bidang dan demokratisasi yg berakibat mundurnya Suharto , 21 Mei 1998.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: